Portal Berita & Informasi

Dapatkan kabar, edukasi, dan pengumuman terbaru seputar kegiatan LIBE Unaja.

Ade Oktarino Pimpin Rakor bersama Dekan dan Ka Prodi di lingkungan UNAJA, dalam Persiapan Entrepreneurship Award X tahun 2027
10 September 2026• LIBE UNAJA
Ade Oktarino Pimpin Rakor bersama Dekan dan Ka Prodi di lingkungan UNAJA, dalam Persiapan Entrepreneurship Award X tahun 2027

Jambi - Universitas Adiwangsa Jambi (UNAJA) mulai mematangkan langkah strategis menghadapi Entrepreneurship Award (EA) ke-X Tahun 2027 LLDIKTI Wilayah X. Melalui Lembaga Inovasi Bisnis dan Ekspor Universitas Adiwangsa Jambi, UNAJA menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Proposal Entrepreneurship Award (EA) ke-X 2027 bersama Dekan dan Program Studi, Kamis (10/9/2026), bertempat di Ruang Rapat Universitas Adiwangsa Jambi. Rapat koordinasi dipimpin oleh Assoc. Prof. Dr. Ade Oktarino, S.Kom., M.S.I., dengan agenda utama mempersiapkan proposal-proposal unggulan serta mematangkan kesiapan Universitas Adiwangsa Jambi untuk menjadi tuan rumah Entrepreneurship Award ke-X Tahun 2027. Dalam arahannya, Ade Oktarino menegaskan bahwa kekuatan utama dalam menghadapi Entrepreneurship Award berada pada fakultas dan program studi sebagai penggerak lahirnya gagasan, inovasi, dan proposal kewirausahaan mahasiswa. ” Peran besar dalam kegiatan ini berada pada Bapak dan Ibu di fakultas serta program studi. Fakultas dan prodi merupakan motor utama dalam memproduksi proposal-proposal yang berkualitas, inovatif, memiliki daya saing, dan mampu memberikan manfaat nyata, ” ujar Assoc. Prof. Dr. Ade Oktarino saat memimpin rapat. Menurutnya, Entrepreneurship Award tidak semestinya hanya dipandang sebagai agenda kompetisi, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat transformasi Universitas Adiwangsa Jambi sebagai kampus berdampak, kampus yang terus berinovasi, sekaligus bergerak menuju perguruan tinggi yang unggul. ” Entrepreneurship Award harus kita jadikan lebih dari sekadar kompetisi. Ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa UNAJA mampu menghadirkan inovasi yang memberi dampak kepada mahasiswa, masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan daerah. Dari sinilah kita membangun budaya inovasi dan secara konsisten bergerak menuju kampus yang unggul, ” tegas Ade Oktarino. Fakultas dan Prodi Menjadi Motor Inovasi Dalam rapat tersebut, para dekan dan pengelola program studi didorong untuk mulai melakukan pemetaan potensi mahasiswa, ide bisnis, hasil penelitian, kreativitas, serta inovasi yang dapat dikembangkan menjadi proposal Entrepreneurship Award 2027. Ade Oktarino menilai keterlibatan fakultas dan program studi sangat menentukan karena interaksi akademik, pembinaan mahasiswa, serta lahirnya berbagai gagasan inovatif berlangsung secara langsung pada tingkat tersebut. Karena itu, setiap program studi diharapkan tidak hanya menunggu mahasiswa mengajukan ide, tetapi aktif mengidentifikasi potensi, melakukan pendampingan, memperkuat model bisnis, serta membangun kolaborasi lintas disiplin. ” Kita ingin fakultas dan program studi benar-benar menjadi ruang lahirnya inovasi. Jangan hanya mengejar jumlah proposal. Yang kita cari adalah proposal yang kuat, relevan, solutif, dan berpotensi berkembang menjadi usaha nyata, ” ungkap Ade Oktarino. Dengan pola pembinaan tersebut, UNAJA berharap dapat menghasilkan proposal yang tidak hanya kompetitif pada tingkat LLDIKTI Wilayah X, tetapi juga memiliki keberlanjutan dan dampak bagi masyarakat. Entrepreneurship Award sebagai Momentum Kampus Berdampak. Persiapan Entrepreneurship Award 2027 juga diarahkan untuk memperkuat implementasi konsep ” Kampus Berdampak ” di Universitas Adiwangsa Jambi. Menurut Ade Oktarino, perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dan publikasi akademik. Perguruan tinggi juga dituntut mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan nyata di masyarakat melalui inovasi, riset terapan, kewirausahaan, teknologi, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Karena itu, proposal-proposal yang disiapkan diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen kompetisi, melainkan dapat dikembangkan menjadi gagasan bisnis dan inovasi yang memiliki nilai ekonomi maupun sosial. Melalui Entrepreneurship Award, mahasiswa diharapkan mendapatkan ruang untuk mengubah gagasan akademik menjadi produk, layanan, model bisnis, maupun solusi inovatif yang memberikan manfaat nyata. Semangat tersebut sejalan dengan arah pengembangan Universitas Adiwangsa Jambi untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang semakin adaptif, inovatif, kolaboratif, dan memiliki kontribusi langsung terhadap masyarakat. Dorong UNAJA Menjadi Kampus Berinovasi Rapat koordinasi tersebut sekaligus menegaskan bahwa inovasi menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan Universitas Adiwangsa Jambi ke depan. Melalui Lembaga Inovasi Bisnis dan Ekspor, fakultas, dan program studi, UNAJA akan mendorong terbentuknya ekosistem yang mempertemukan mahasiswa, dosen, peneliti, pelaku usaha, pemerintah, serta mitra industri. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong tumbuhnya berbagai inovasi berbasis kebutuhan masyarakat sekaligus membuka ruang hilirisasi hasil penelitian dan pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Bagi Ade Oktarino, inovasi tidak hanya identik dengan penggunaan teknologi, tetapi mencakup kemampuan perguruan tinggi untuk menghadirkan cara baru dalam menyelesaikan persoalan dan memberikan nilai tambah. ” Budaya inovasi harus hadir di setiap fakultas dan program studi. Inovasi bisa lahir dari teknologi, pendidikan, kesehatan, bisnis, sosial, maupun bidang lainnya. Yang terpenting adalah inovasi tersebut memberi manfaat dan mampu menjawab kebutuhan nyata, ” jelasnya. Persiapkan UNAJA sebagai Tuan Rumah EA X 2027 Selain membahas kesiapan proposal, rapat koordinasi juga menjadi langkah awal mempersiapkan Universitas Adiwangsa Jambi sebagai tuan rumah Entrepreneurship Award ke-X Tahun 2027 LLDIKTI Wilayah X. Kesiapan menjadi tuan rumah mendapat perhatian serius karena penyelenggaraan Entrepreneurship Award merupakan momentum strategis yang mempertemukan perguruan tinggi, mahasiswa, akademisi, praktisi, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan kewirausahaan. Ade Oktarino mendorong agar persiapan dilakukan sejak dini dan terencana, mulai dari aspek akademik, kelembagaan, kepanitiaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, publikasi, promosi, hingga aspek teknis penyelenggaraan. Apabila UNAJA memperoleh kepercayaan sebagai tuan rumah, momentum tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperlihatkan kapasitas Universitas Adiwangsa Jambi sebagai perguruan tinggi yang serius membangun ekosistem inovasi, kewirausahaan, kolaborasi, dan pengembangan talenta mahasiswa. Bergerak Menuju Kampus Unggul Lebih jauh, Ade Oktarino menekankan bahwa seluruh rangkaian persiapan Entrepreneurship Award harus ditempatkan dalam kerangka besar pengembangan institusi. Keikutsertaan dalam kegiatan regional dan nasional, peningkatan kualitas proposal mahasiswa, penguatan inovasi, pembentukan jejaring dengan dunia usaha dan industri, serta kesiapan menjadi tuan rumah merupakan bagian dari upaya membangun reputasi dan daya saing Universitas Adiwangsa Jambi. Karena itu, Entrepreneurship Award 2027 tidak hanya menjadi target kegiatan, tetapi menjadi bagian dari proses transformasi institusi. “Kita ingin UNAJA tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi hadir membawa karya, inovasi, dan dampak. Dari proses inilah kita membangun reputasi, meningkatkan daya saing, dan secara bertahap membawa UNAJA menuju kampus yang semakin unggul,” tutur Ade Oktarino. Melalui koordinasi yang kuat antara pimpinan universitas, Lembaga Inovasi Bisnis dan Ekspor, fakultas, program studi, dosen, serta mahasiswa, UNAJA optimistis mampu menghadirkan partisipasi terbaik pada Entrepreneurship Award ke-X Tahun 2027. Rapat koordinasi pada 10 September 2026 tersebut menjadi titik awal konsolidasi menuju dua agenda besar, yakni menghasilkan proposal-proposal kewirausahaan berkualitas serta mempersiapkan Universitas Adiwangsa Jambi sebagai tuan rumah Entrepreneurship Award ke-X LLDIKTI Wilayah X. Lebih dari itu, agenda tersebut diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat positioning Universitas Adiwangsa Jambi sebagai ” Kampus Berdampak ” kampus yang berinovasi, dan perguruan tinggi yang terus bergerak menuju keunggulan.

Selengkapnya
LIBE UNAJA dan Tim IT BAPSI Bahas Pengembangan Fitur Website LIBE UNAJA untuk Mendukung Inovasi dan Luaran Perguruan Tinggi
15 August 2026• LIBE UNAJA
LIBE UNAJA dan Tim IT BAPSI Bahas Pengembangan Fitur Website LIBE UNAJA untuk Mendukung Inovasi dan Luaran Perguruan Tinggi

Jambi - Lembaga Inovasi Bisnis Universitas Adiwangsa Jambi (LIBE UNAJA) melaksanakan rapat koordinasi bersama Tim IT BAPSI (Biro Administrasi Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi) Universitas Adiwangsa Jambi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membahas pengembangan dan penyempurnaan fitur pada website LIBE UNAJA sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan informasi, dokumentasi, serta pengelolaan luaran kegiatan inovasi di lingkungan Universitas Adiwangsa Jambi. Dalam rapat tersebut, LIBE UNAJA bersama Tim IT BAPSI membahas sejumlah kebutuhan pengembangan sistem, khususnya penambahan dan penyempurnaan fitur yang dapat mendukung pengelolaan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah pengembangan fitur katalog luaran penelitian dan pengabdian dosen/mahasiswa pada menu inovasi di website LIBE UNAJA. Fitur tersebut diharapkan dapat menjadi wadah dokumentasi sekaligus media publikasi berbagai luaran inovasi yang dihasilkan oleh sivitas akademika UNAJA. Selain itu, dibahas pula mekanisme agar setiap dosen memiliki akun/hak akses sebagai user katalog LIBE. Dengan adanya akses tersebut, dosen dapat melakukan input dan pembaruan data outcome atau luaran hasil penelitian maupun pengabdian secara lebih sistematis dan terintegrasi. Rapat juga membahas penguatan aspek Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Paten sebagai bagian dari program kerja LIBE. Ke depan, pengurusan HKI dan Paten atas hasil karya penelitian dan pengabdian dosen serta mahasiswa diharapkan dapat menjadi bagian yang lebih terintegrasi dalam sistem dan program kerja LIBE UNAJA. Dalam aspek publikasi, LIBE UNAJA juga mendorong agar setiap kegiatan lembaga dapat dipublikasikan melalui berita pada website resmi Universitas Adiwangsa Jambi, dengan dukungan Virgi sebagai media atau sarana publikasi internal yang digunakan untuk memperkuat penyebarluasan informasi kegiatan LIBE. Melalui koordinasi ini, LIBE UNAJA dan Tim IT BAPSI berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan sistem informasi yang mendukung kebutuhan lembaga, khususnya dalam pengelolaan inovasi, dokumentasi luaran penelitian dan pengabdian, penguatan HKI dan Paten, serta publikasi kegiatan. Pengembangan website LIBE UNAJA diharapkan tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga mampu menjadi platform terintegrasi dalam mendukung ekosistem inovasi dan hilirisasi hasil penelitian serta pengabdian di Universitas Adiwangsa Jambi.

Selengkapnya
Audiensi Kerja Sama LIBE UNAJA dengan Forum Desa Sungai Bahar Digelar di Desa Panca Bakti
10 August 2026• LIBE UNAJA
Audiensi Kerja Sama LIBE UNAJA dengan Forum Desa Sungai Bahar Digelar di Desa Panca Bakti

Muaro Jambi - Lembaga Inovasi Bisnis Universitas Adiwangsa Jambi (LIBE UNAJA) melaksanakan audiensi kerja sama dengan Forum Desa Sungai Bahar, Kecamatan Muaro Jambi, yang bertempat di Desa Panca Bakti. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintahan desa dalam mendukung pengembangan potensi ekonomi, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Sungai Bahar. Audiensi tersebut membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan melalui program inkubasi bisnis, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pendampingan UMKM, serta pengembangan inovasi berbasis potensi desa. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat dan pengembangan kemandirian desa. Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pertemuan adalah pentingnya sinergi dengan forum desa melalui Desa Panca Bakti sebagai mitra dalam pelaksanaan program. Keterbatasan anggaran desa menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan berbagai program pemberdayaan, sehingga diperlukan dukungan narasumber, pendamping, serta tenaga ahli dari perguruan tinggi untuk membantu proses pembinaan dan pendampingan masyarakat. Dalam audiensi tersebut, LIBE UNAJA juga mendorong keterlibatan seluruh fakultas di lingkungan Universitas Adiwangsa Jambi sebagai bagian dari implementasi Memorandum of Understanding (MoU) dan Implementation Agreement (IA). Dengan keterlibatan lintas bidang keilmuan, program kerja sama diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Pembahasan lainnya mencakup peluang kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, khususnya dalam pengolahan pelepah sawit menjadi briket atau produk turunan lainnya yang bernilai ekonomi. Inisiatif tersebut diarahkan untuk memanfaatkan potensi dan limbah perkebunan sawit yang tersedia di wilayah Sungai Bahar, sekaligus membuka peluang pengembangan produk lokal untuk dipasarkan ke luar daerah. Adapun sejumlah rencana kegiatan yang menjadi bahan pembahasan dalam kerja sama tersebut meliputi: Program inkubator bisnis bagi UMKM desa, sebagai upaya meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing produk masyarakat. Penyuluhan dan pendampingan petani sawit, antara lain terkait penggunaan pupuk yang tepat, replanting, pengolahan dan pemanfaatan pelepah sawit, pengukuran pH tanah, serta peningkatan kualitas dan produktivitas tanaman sawit. Sosialisasi dan edukasi masyarakat, meliputi manajemen keuangan, bahaya narkoba, parenting, serta pentingnya pendidikan tinggi di era digital. Pendampingan pengembangan panel surya, sebagai salah satu alternatif dalam mengantisipasi permasalahan pemadaman listrik yang kerap terjadi. Pengembangan sistem keamanan lingkungan desa dan perkebunan sawit melalui pemanfaatan teknologi CCTV berbasis human detector. Tindak lanjut penyusunan dan implementasi MoU serta MoA antara UNAJA dan Forum Desa Bahar melalui Desa Panca Bakti. Melalui audiensi ini, LIBE UNAJA menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi antara UNAJA, Forum Desa Sungai Bahar, Desa Panca Bakti, serta pemangku kepentingan terkait diharapkan dapat menghasilkan program yang berkelanjutan, inovatif, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara perguruan tinggi dan desa, khususnya dalam mendorong inovasi bisnis, pengembangan UMKM, optimalisasi potensi lokal, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pembangunan desa berbasis teknologi dan kolaborasi.

Selengkapnya
LIBE UNAJA dan Rumah BUMN Jambi Bahas Penguatan Kolaborasi untuk Pengembangan UMKM dan Kewirausahaan
04 August 2026• LIBE UNAJA
LIBE UNAJA dan Rumah BUMN Jambi Bahas Penguatan Kolaborasi untuk Pengembangan UMKM dan Kewirausahaan

Jambi - Lembaga Inovasi Bisnis dan Ekspor Universitas Adiwangsa Jambi (LIBE UNAJA) melaksanakan audiensi dengan Rumah BUMN Jambi dalam rangka membangun dan memperkuat sinergi antarlembaga, khususnya dalam pengembangan kewirausahaan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Jambi. Audiensi tersebut menjadi momentum strategis bagi LIBE UNAJA dan Rumah BUMN Jambi untuk menjajaki bentuk kerja sama yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM serta dosen dan mahasiswa Universitas Adiwangsa Jambi. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas rencana kolaborasi melalui program inkubasi bisnis, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang diarahkan pada penguatan ekosistem kewirausahaan dan peningkatan daya saing UMKM di Jambi. Salah satu bentuk kerja sama yang menjadi perhatian adalah implementasi riset dosen dan mahasiswa bagi masyarakat, mengingat keberadaan Rumah BUMN yang mewadahi UMKM dinilai dapat menjadi mitra strategis dalam penerapan hasil penelitian secara langsung di tengah masyarakat. Selain itu, LIBE UNAJA dan Rumah BUMN Jambi juga membahas peluang digitalisasi sistem UMKM Jambi, terutama dalam pengembangan dan pemanfaatan data UMKM pada berbagai sektor, termasuk bidang kuliner. Digitalisasi diharapkan dapat membantu memfasilitasi pengembangan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) maupun paten bagi produk-produk UMKM yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Kerja sama juga diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, melalui keterlibatan para praktisi dari Rumah BUMN Jambi sebagai narasumber maupun mitra kolaborasi dalam berbagai kegiatan. Kolaborasi tersebut dapat mencakup bidang pelatihan, pengelolaan usaha, pemasaran, manajemen, teknologi informasi, ahli gizi, serta kompetensi lain yang relevan dengan kebutuhan UMKM. Dalam aspek pendampingan, LIBE UNAJA berkomitmen untuk berperan dalam pendampingan dan inkubasi bisnis bagi pelaku UMKM Jambi, yang diperkuat melalui pelatihan, workshop, pendampingan, dan mentoring oleh dosen UNAJA sesuai dengan kompetensi masing-masing. Tidak hanya berhenti pada kegiatan pendampingan, kedua pihak juga menekankan pentingnya pembinaan UMKM secara berkelanjutan setelah program pendampingan maupun mentoring selesai. Dengan demikian, UMKM diharapkan mampu berkembang secara mandiri dan memiliki keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Sinergi juga akan diperkuat melalui integrasi dan kolaborasi antara LIBE UNAJA dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNAJA bersama Rumah BUMN Jambi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas serta eksistensi pelaku UMKM di Jambi. Dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kerja sama ini juga membuka peluang pemanfaatan berbagai hibah penelitian dan pengabdian yang berasal dari Kemendiktisaintek maupun pihak lainnya. Melalui kemitraan yang lebih terarah, hasil penelitian dan pengabdian dosen serta mahasiswa diharapkan dapat menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan menghasilkan outcome yang tepat sasaran. Sebagai tindak lanjut audiensi, LIBE UNAJA dan Rumah BUMN Jambi akan mempersiapkan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) sebagai landasan pelaksanaan kerja sama. Penyusunan dokumen tersebut akan menyesuaikan dengan keputusan dan mekanisme kelembagaan terkait. Ke depan, Rumah BUMN Jambi juga direncanakan melakukan kunjungan ke Universitas Adiwangsa Jambi sebagai bagian dari konfirmasi dan pemantapan keberlanjutan program kerja sama. Melalui audiensi ini, LIBE UNAJA berharap kolaborasi bersama Rumah BUMN Jambi dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, BUMN, dan pelaku UMKM. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan program berkelanjutan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kapasitas, kualitas, daya saing, dan kemandirian UMKM di Provinsi Jambi.

Selengkapnya
Audiensi Kerja Sama LIBE UNAJA dengan PT. Siginjai Sakti BUMD Kota Jambi
20 July 2026• LIBE UNAJA
Audiensi Kerja Sama LIBE UNAJA dengan PT. Siginjai Sakti BUMD Kota Jambi

Jambi - Lembaga Inovasi Bisnis Universitas Adiwangsa Jambi (LIBE UNAJA) melaksanakan audiensi bersama PT. Siginjai Sakti, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Jambi, dalam rangka membahas peluang dan penguatan kerja sama kelembagaan di bidang pengembangan bisnis, digitalisasi, pendidikan, serta pemberdayaan sumber daya manusia. Audiensi tersebut menjadi momentum strategis bagi kedua lembaga untuk menjajaki bentuk kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi institusi, mahasiswa, maupun pengembangan usaha PT. Siginjai Sakti. Dalam pertemuan tersebut, PT. Siginjai Sakti menyampaikan apresiasi dan keterbukaan terhadap inisiatif kerja sama yang ditawarkan oleh LIBE UNAJA. PT. Siginjai Sakti diketahui memiliki 12 bidang usaha, yang di antaranya bergerak pada sektor migas serta 11 bidang usaha lainnya. Dengan cakupan usaha tersebut, peluang kolaborasi dinilai cukup luas, khususnya dalam mendukung pengembangan dan peningkatan kapasitas bisnis melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi. Salah satu fokus utama yang menjadi pembahasan dalam audiensi adalah digitalisasi. LIBE UNAJA melihat digitalisasi sebagai salah satu prioritas yang dapat dikembangkan bersama PT. Siginjai Sakti, antara lain melalui digitalisasi ekonomi kreatif, pengembangan sektor migas, pengelolaan sampah, serta berbagai bidang usaha lainnya yang relevan dengan kebutuhan perusahaan. Selain pengembangan digitalisasi, kerja sama juga diarahkan pada pelaksanaan berbagai kegiatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu bentuk yang dapat direalisasikan adalah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan kegiatan magang mahasiswa di PT. Siginjai Sakti. Mahasiswa berpotensi dilibatkan dalam berbagai proyek perusahaan, termasuk pengembangan sistem dan digitalisasi bidang usaha yang dimiliki PT. Siginjai Sakti. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dari sejumlah program studi yang relevan di UNAJA berpeluang mengikuti kegiatan magang, di antaranya Teknik Informatika, Sistem Informasi, Manajemen, Akuntansi, dan Kesmas, tanpa menutup kemungkinan keterlibatan mahasiswa dari program studi lainnya sesuai kebutuhan dan bentuk kerja sama yang disepakati. Kedua pihak juga membahas peluang pelaksanaan kerja sama dalam bentuk proyek bersama. Apabila terdapat proyek yang dapat dikembangkan dari PT. Siginjai Sakti, sumber daya manusia dari UNAJA dapat turut dilibatkan sesuai kompetensi dan kebutuhan proyek tersebut. Dengan demikian, kerja sama tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga diarahkan pada implementasi nyata yang memberikan kontribusi terhadap pengembangan usaha. Sebagai tindak lanjut audiensi, kerja sama kelembagaan akan diarahkan melalui beberapa tahapan. Memorandum of Understanding (MoU) antara LIBE UNAJA dan PT. Siginjai Sakti akan ditindaklanjuti dengan Memorandum of Agreement (MoA) yang memuat bentuk dan teknis pelaksanaan kerja sama. Selanjutnya, kegiatan akan dikoordinasikan oleh kedua pihak berdasarkan program yang telah disepakati. Dalam skema tersebut, LIBE UNAJA juga akan melakukan koordinasi dengan PT. Siginjai Sakti terkait kebutuhan program magang. Setelah memperoleh konfirmasi dan kesepakatan, LIBE UNAJA akan mengoordinasikan FGD (Focus Group Discussion) dengan fakultas-fakultas di UNAJA yang memiliki program studi relevan untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun sinergi berkelanjutan antara dunia pendidikan tinggi dan BUMD, khususnya dalam menciptakan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis sekaligus memberikan kontribusi terhadap kebutuhan pengembangan bisnis dan digitalisasi perusahaan. Melalui kolaborasi tersebut, LIBE UNAJA dan PT. Siginjai Sakti berkomitmen untuk terus membuka peluang kerja sama dalam bidang PKM, magang mahasiswa, pengembangan proyek, digitalisasi, serta kegiatan lain yang memiliki nilai strategis bagi kedua lembaga. Ke depan, komunikasi dan koordinasi teknis antara LIBE UNAJA dan PT. Siginjai Sakti akan dilanjutkan melalui staf masing-masing lembaga guna memastikan setiap rencana kerja sama dapat ditindaklanjuti secara efektif dan terarah.

Selengkapnya