Ade Oktarino Pimpin Rakor bersama Dekan dan Ka Prodi di lingkungan UNAJA, dalam Persiapan Entrepreneurship Award X tahun 2027

Penulis: LIBE UNAJA| 10 September 2026
Ade Oktarino Pimpin Rakor bersama Dekan dan Ka Prodi di lingkungan UNAJA, dalam Persiapan Entrepreneurship Award X tahun 2027

Jambi - Universitas Adiwangsa Jambi (UNAJA) mulai mematangkan langkah strategis menghadapi Entrepreneurship Award (EA) ke-X Tahun 2027 LLDIKTI Wilayah X. Melalui Lembaga Inovasi Bisnis dan Ekspor Universitas Adiwangsa Jambi, UNAJA menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Proposal Entrepreneurship Award (EA) ke-X 2027 bersama Dekan dan Program Studi, Kamis (10/9/2026), bertempat di Ruang Rapat Universitas Adiwangsa Jambi.

Rapat koordinasi dipimpin oleh Assoc. Prof. Dr. Ade Oktarino, S.Kom., M.S.I., dengan agenda utama mempersiapkan proposal-proposal unggulan serta mematangkan kesiapan Universitas Adiwangsa Jambi untuk menjadi tuan rumah Entrepreneurship Award ke-X Tahun 2027.

Dalam arahannya, Ade Oktarino menegaskan bahwa kekuatan utama dalam menghadapi Entrepreneurship Award berada pada fakultas dan program studi sebagai penggerak lahirnya gagasan, inovasi, dan proposal kewirausahaan mahasiswa.

” Peran besar dalam kegiatan ini berada pada Bapak dan Ibu di fakultas serta program studi. Fakultas dan prodi merupakan motor utama dalam memproduksi proposal-proposal yang berkualitas, inovatif, memiliki daya saing, dan mampu memberikan manfaat nyata, ” ujar Assoc. Prof. Dr. Ade Oktarino saat memimpin rapat.

Menurutnya, Entrepreneurship Award tidak semestinya hanya dipandang sebagai agenda kompetisi, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat transformasi Universitas Adiwangsa Jambi sebagai kampus berdampak, kampus yang terus berinovasi, sekaligus bergerak menuju perguruan tinggi yang unggul.

” Entrepreneurship Award harus kita jadikan lebih dari sekadar kompetisi. Ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa UNAJA mampu menghadirkan inovasi yang memberi dampak kepada mahasiswa, masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan daerah. Dari sinilah kita membangun budaya inovasi dan secara konsisten bergerak menuju kampus yang unggul, ” tegas Ade Oktarino.

Fakultas dan Prodi Menjadi Motor Inovasi

Dalam rapat tersebut, para dekan dan pengelola program studi didorong untuk mulai melakukan pemetaan potensi mahasiswa, ide bisnis, hasil penelitian, kreativitas, serta inovasi yang dapat dikembangkan menjadi proposal Entrepreneurship Award 2027.

Ade Oktarino menilai keterlibatan fakultas dan program studi sangat menentukan karena interaksi akademik, pembinaan mahasiswa, serta lahirnya berbagai gagasan inovatif berlangsung secara langsung pada tingkat tersebut.

Karena itu, setiap program studi diharapkan tidak hanya menunggu mahasiswa mengajukan ide, tetapi aktif mengidentifikasi potensi, melakukan pendampingan, memperkuat model bisnis, serta membangun kolaborasi lintas disiplin.

” Kita ingin fakultas dan program studi benar-benar menjadi ruang lahirnya inovasi. Jangan hanya mengejar jumlah proposal. Yang kita cari adalah proposal yang kuat, relevan, solutif, dan berpotensi berkembang menjadi usaha nyata, ” ungkap Ade Oktarino.

Dengan pola pembinaan tersebut, UNAJA berharap dapat menghasilkan proposal yang tidak hanya kompetitif pada tingkat LLDIKTI Wilayah X, tetapi juga memiliki keberlanjutan dan dampak bagi masyarakat.

Entrepreneurship Award sebagai Momentum Kampus Berdampak.

Persiapan Entrepreneurship Award 2027 juga diarahkan untuk memperkuat implementasi konsep ” Kampus Berdampak ” di Universitas Adiwangsa Jambi.

Menurut Ade Oktarino, perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dan publikasi akademik. Perguruan tinggi juga dituntut mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan nyata di masyarakat melalui inovasi, riset terapan, kewirausahaan, teknologi, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Karena itu, proposal-proposal yang disiapkan diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen kompetisi, melainkan dapat dikembangkan menjadi gagasan bisnis dan inovasi yang memiliki nilai ekonomi maupun sosial.

Melalui Entrepreneurship Award, mahasiswa diharapkan mendapatkan ruang untuk mengubah gagasan akademik menjadi produk, layanan, model bisnis, maupun solusi inovatif yang memberikan manfaat nyata.

Semangat tersebut sejalan dengan arah pengembangan Universitas Adiwangsa Jambi untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang semakin adaptif, inovatif, kolaboratif, dan memiliki kontribusi langsung terhadap masyarakat.

Dorong UNAJA Menjadi Kampus Berinovasi

Rapat koordinasi tersebut sekaligus menegaskan bahwa inovasi menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan Universitas Adiwangsa Jambi ke depan. Melalui Lembaga Inovasi Bisnis dan Ekspor, fakultas, dan program studi, UNAJA akan mendorong terbentuknya ekosistem yang mempertemukan mahasiswa, dosen, peneliti, pelaku usaha, pemerintah, serta mitra industri.

Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong tumbuhnya berbagai inovasi berbasis kebutuhan masyarakat sekaligus membuka ruang hilirisasi hasil penelitian dan pengembangan kewirausahaan mahasiswa.

Bagi Ade Oktarino, inovasi tidak hanya identik dengan penggunaan teknologi, tetapi mencakup kemampuan perguruan tinggi untuk menghadirkan cara baru dalam menyelesaikan persoalan dan memberikan nilai tambah.

” Budaya inovasi harus hadir di setiap fakultas dan program studi. Inovasi bisa lahir dari teknologi, pendidikan, kesehatan, bisnis, sosial, maupun bidang lainnya. Yang terpenting adalah inovasi tersebut memberi manfaat dan mampu menjawab kebutuhan nyata, ” jelasnya.

Persiapkan UNAJA sebagai Tuan Rumah EA X 2027

Selain membahas kesiapan proposal, rapat koordinasi juga menjadi langkah awal mempersiapkan Universitas Adiwangsa Jambi sebagai tuan rumah Entrepreneurship Award ke-X Tahun 2027 LLDIKTI Wilayah X.

Kesiapan menjadi tuan rumah mendapat perhatian serius karena penyelenggaraan Entrepreneurship Award merupakan momentum strategis yang mempertemukan perguruan tinggi, mahasiswa, akademisi, praktisi, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan kewirausahaan.

Ade Oktarino mendorong agar persiapan dilakukan sejak dini dan terencana, mulai dari aspek akademik, kelembagaan, kepanitiaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, publikasi, promosi, hingga aspek teknis penyelenggaraan.

Apabila UNAJA memperoleh kepercayaan sebagai tuan rumah, momentum tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperlihatkan kapasitas Universitas Adiwangsa Jambi sebagai perguruan tinggi yang serius membangun ekosistem inovasi, kewirausahaan, kolaborasi, dan pengembangan talenta mahasiswa.

Bergerak Menuju Kampus Unggul

Lebih jauh, Ade Oktarino menekankan bahwa seluruh rangkaian persiapan Entrepreneurship Award harus ditempatkan dalam kerangka besar pengembangan institusi.

Keikutsertaan dalam kegiatan regional dan nasional, peningkatan kualitas proposal mahasiswa, penguatan inovasi, pembentukan jejaring dengan dunia usaha dan industri, serta kesiapan menjadi tuan rumah merupakan bagian dari upaya membangun reputasi dan daya saing Universitas Adiwangsa Jambi.

Karena itu, Entrepreneurship Award 2027 tidak hanya menjadi target kegiatan, tetapi menjadi bagian dari proses transformasi institusi.

“Kita ingin UNAJA tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi hadir membawa karya, inovasi, dan dampak. Dari proses inilah kita membangun reputasi, meningkatkan daya saing, dan secara bertahap membawa UNAJA menuju kampus yang semakin unggul,” tutur Ade Oktarino.

Melalui koordinasi yang kuat antara pimpinan universitas, Lembaga Inovasi Bisnis dan Ekspor, fakultas, program studi, dosen, serta mahasiswa, UNAJA optimistis mampu menghadirkan partisipasi terbaik pada Entrepreneurship Award ke-X Tahun 2027.

Rapat koordinasi pada 10 September 2026 tersebut menjadi titik awal konsolidasi menuju dua agenda besar, yakni menghasilkan proposal-proposal kewirausahaan berkualitas serta mempersiapkan Universitas Adiwangsa Jambi sebagai tuan rumah Entrepreneurship Award ke-X LLDIKTI Wilayah X.

Lebih dari itu, agenda tersebut diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat positioning Universitas Adiwangsa Jambi sebagai ” Kampus Berdampak ” kampus yang berinovasi, dan perguruan tinggi yang terus bergerak menuju keunggulan.

Bagikan Artikel Ini: